Apakah Madu Aman Untuk Bayi? Baca Yuk!

  • Whatsapp
apakah madu aman untuk bayi

Apakah madu aman untuk bayi? – Madu merupakan cairan yang dihasilkan oleh binatang yang bernama lebah. Sebenarnya madu adalah makanan para lebah. Namun, saat ini telah dimanfaatkan sebagai komposisi pada obat-obatan karena madu diklaim memiliki banyak gizi yang tinggi pada tubuh.

Menurut beberapa ahli yang telah meneliti madu berpendapat bahwa madu sangat baik untuk digunakan sebagai antibiotik dalam memerangi bakteri yang ada dalam tubuh manusia. Tentu hal ini telah terbukti khasiatnya.

Jika kita cek di beberapa obat-obatan antibiotik dan vitamin, tentu ada kandungan madu pada komposisinya. Makanya madu banyak dijadikan obat batuk oleh sebagian masyarakat pedesaan dan perkotaan.

Meski madu memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, namun hal ini tidak berlaku bagi bayi yang usia dibawah 1 tahun.

Menurut salah satu penelitian lembaga kesehata dunia yang berpusat di negara paman Sam (Amerika) menyatakan bahwa pemberian madu terhadap bayi yang masih berada di usia satu tahun ternyata tidak diperkenankan.

Tentu hal ini menimbulkan perdebatan sehingga kontroversial hingga saat sekarang. Pasalnya, sebagian masyarakat ada yang beranggapan bahwa konsumsi madu untuk bayi dibawah usia 1 tahun diperbolehkan saja.

apakah madu aman untuk bayi

Nah, apa yang menyebabkan para peneliti di pusat kesehatan di Amerika ini berpendapat bahwa madu tidak diperbolehkan untuk bayi di bawah 1 tahun?

Madu memang merupakan pemanis alami yang dihasilkan lebah dari berbagai bunga. Namun, ternyata hasil penelitian membuktikan bahwa kandungan dari madu tersebut terdapat spora Clostridium Botulinum. Sporaini bisa bertahan hidup dalam usus manusia dan kemudian dapat mengeluarkan racun yang bernama Botulinum.

Racun botulinum yang terkandung dalam madu ini memang tidak membahayakan untuk para orang dewasa. Pasalnya organ pencernaan pada orang dewasa sudah sangat berkembang dengan baik, yang bisa menghasilkan tingkat asam yang tinggi, yang dapat membuat efek dari racun botulinum ini tidak dapat berfungsi atau mati.

Berbeda dengan bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun, organ pencernaannya belum berkembang dengan sempurna. Jadi, tingkat kadar keasaman yang ada dalam organ pencernaan bayi masih belum cukup kuat untuk menghancurkan efek dari senyawa Botulinum yang dikeluarkan oleh madu tersebut.

Selain itu, inilah alasan kenapa masih harus mengkonsumsi ASI atau susu formula jika masih berusia di bawah 1 tahun. Karena organ pencernaan bayi belum bisa menghancurkan makanan keras seperti nasi.

Jadi, kapan bayi baru bisa dapat mengkonsumsi madu tersebut?

Pemberian madu pada bayi sebaiknya dilakukan jika usia bayi sudah mencapai 1 tahun ke atas.

Bayi yang sudah mencapai lebih 1 tahun atau sudah bisa makan nasi, itu berarti organ percernaan bayi sudah matang atau sempurna. Sehingga racun seperti senyawa botulinum pada madu bisa dengan mudah dihancurkan dalam organ percernaan bayi. Dengan kata lain, senyawa tersebut tidak akan dapat berkembang biak dalam usus bayi diatas 1 tahun.

Apa efek yang dihasilkan dari racun senyawa Botulinum tersebut pada tubuh bayi?

Bayi yang mengalami keracunan karena konsumsi makanan yang mengandung racun senyama botulinum (seperti dalam madu) disebut dengan kondisi Botulisme.

Efek paling buruk jika berhubungan dengan racun adalah kematian. Termasuk efek racun dari senyawa botulinum tersebut.

Berikut beberapa gejala bayi yang terkena efek racun dari Botulinum:

  • Gejala awal yang ditimbulkan pada bayi yang terkena racun botulinum ini adalah sembelit.
  • Lama kelamaan jika masih terus berlanjut tanpa penanganan, tingkat kesadaran pada bayi akan menurun.
  • Jika tingkat kesadaran pada bayi sudah mulai menurun, maka bayi akan merasakan pusing dan sulit menelan.
  • Bayi yang mengalami pusing dan sulit menelan tentunya akan sulit dideteksi. Namun jika bayi sudah sering menangis, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan yang lebih intensif.

Efek dari racun botulinum pada madu biasanya akan bereaksi setelah 8 jam hingga 36 jam setelah konsumsi madu tersebut.

Dengan mengetahui gejala dan juga waktu bereaksi dari racun tersebut, penting bagi Bunda agar selalu memperhatikan dan juga mengawasi perkembangan kondisi dari bayi selama rentan waktu yang ada di atas.

Jika memang Bunda sudah terlanjur memberikan madu pada bayi, disarankan bayi segera diperiksa ke dokter atau rumah sakit. Hal ini untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pada dasarnya tidak semua madu terkontaminasi oleh spora botulinum tersebut. Karena faktanya sudah banyak orang tua yang terbiasa memberikan madu pada bayi dibawah usia 1 tahun dan tidak menimbulkan efek buruk apapun seperti keracunan tersebut.

Keracunan seperti ini memang masih sangat jarang terjadi. Hanya saja ada baiknya jika para ibu menghindari hal tersebut sejak dini, agar bayi tidak keracunan meskipun kondisi tersebut jarang terjadi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *